Senin, 04 Februari 2008

Jika Begitu Besar, Bagaimana Menjadi Kecil

Sahabat, pernahkah Anda menyelesaikan suatu pekerjaan yang amat sulit bahkan dianggap hampir tidak mungkin? Sesuatu pekerjaan yang awalnya Anda juga tidak terlalu yakin akan berhasil. Saya rasa, kita semua pernah mengalami kondisi seperti ini, bahkan mungkin sering.

Coba bayangkan ilustrasi ini sejenak. Sanggupkah Anda untuk pergi ke Bandung dari Jakarta dengan berjalan kaki? Ya, jalan kaki, tanpa kendaraan, menempuh jarak sekitar 160 km. Kalau pun seandainya ada diantara Anda yang sanggup, belum tentu Anda mau. Iya kan?

Bagaimana kalau saya bocorkan sebuah rahasia pada Anda? Tantangan gila ini sebetulnya bagian dari promosi Ferrari di Indonesia, orang pertama yang berhasil sampai ke Bandung murni berjalan kaki akan dihadiahi sedan mewah keluaran terbaru dari Ferrari. Kalau begini, saya yakin Anda mau dan sanggup, bahkan bekerja extra keras dalam mempersiapkan diri dan strategi perjalanan.

Nah, inilah yang disebut kekuatan alasan. Sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin ketika Anda memiliki alasan yang sangat kuat. Sebuah alasan yang kekuatannya melebihi kondisi realita yang Anda hadapi sekarang. Bagaimana caranya menjadi lebih mudah terjawab ketika Anda sudah tuntas menemukan alasan mengapa Anda mau melakukannya?

Sahabat, ada tiga alasan yang mampu mempengaruhi diri kita dengan kuat. Pertama, kekuatan harapan. Manusia bisa hidup 4 hari tanpa makan, bertahan 4 menit tanpa oksigen, tapi hanya bertahan 4 detik jika hidup tanpa harapan. Bukan harapan atas kualitas hidup yang lebih baiklah yang membuat Anda mau melakukan apa yang sedang Anda kerjakan untuk penghidupan dan kehidupan Anda? Hampir sama seperti harapan Anda untuk memiliki sedan Ferrari tadi.

Kedua, kekuatan rasa cemas. Ternyata rasa cemas atau ketakutan pun dapat menjadi kekuatan alasan yang luar biasa. Ketika Anda takut tidak lulus ujian, Anda tergerak untuk belajar lebih giat. Ketika Anda takut bisnis Anda runtuh, Anda kerja keras menyusun strategi baru untuk meningkatkan omzet. Ketika Anda khawatir anak Anda terjerumus pergaulan yang tidak baik, Anda mati-matian memasukkannya ke sekolah dengan lingkungan yang baik meskipun mahal. Kalau Anda ingat, dalam kitab suci pun, gambaran tentang kehidupan akhirat bukan sekedar cerita tentang harapan pada keindahan hidup di syurga. Namun juga diimbangi dengan cerita betapa mengerikannya neraka agar kita takut jangan sampai terjerumus ke sana.

Kekuatan alasan ketiga adalah cinta. Alasan inilah yang biasanya memberikan pengaruh paling dahsyat. Bagi dua sejoli yang sedang kasmaran, mereka akan dengan mudah memberikan pengorbanan bagi pasangannya. Rasa cinta pada diri sendiri akan membuat seorang pecandu narkoba berhenti dan memperbaiki hidupnya. Rasa cinta akan keluarga membuat seseorang rela bekerja lebih keras membanting tulang memeras keringat, bahkan terkadang membuat seseorang kebablasan menilap uang orang lain. Rasa cinta pada rakyatnya akan membuat seorang penguasa bersikap adil.

Sahabat, bukankah dalam membangun bisnis kita seringkali menghadapi kesulitan? Seperti ketika memutuskan keluar kerja, ketika mulai merintis usaha, menghadapi persaingan bisnis dan lain-lain. Apalagi data statistik menunjukkan bahwa hanya 1 dari 5 usaha baru yang bertahan pada tahun pertama dan hanya 1 dari 5 usaha yang bertahan tadi mampu tetap berjalan setelah lima tahun pertama. Artinya hanya sekitar 4% usaha yang survive setelah 5 tahun. Sesuatu yang sulit dan membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Jika Anda sedang bertanya bagaimana caranya supaya mampu bertahan? Saran saya, Anda periksa lagi pertanyaan mengapa Anda harus bertahan? Apa alasan yang membuat Anda mau berjuang dan berkorban membangun usaha? Jika Anda sudah menemukan jawaban pertanyaan ’mengapa’, insya Allah jalan untuk pertanyaan ’bagaimana’ akan muncul dengan sendirinya. Jika ’Mengapa’ begitu besar, maka ’Bagaimana’ menjadi kecil. Semoga sukses! (Aminhamzah)

Sabtu, 02 Februari 2008

LIFE IS SIMPLE AND BEAUTIFUL.

“Some things in life are bad
They can really make you mad
Other things just make you swear and curse.
When you're chewing on life's gristle
Don't grumble, give a whistle
And this'll help things turn out for the best...

And...always look on the bright side of life...
Always look on the light side of life...

If life seems jolly rotten
There's something you've forgotten
And that's to laugh and smile and dance and sing.
When you're feeling in the dumps
Don't be silly chumps
Just purse your lips and whistle - that's the thing.

And...always look on the bright side of life...
Always look on the light side of life... “


Salah satu line dari Hamlet adalah “Setiap hal itu tidak ada yang baik atau buruk. Pikiran kita yang membuat itu baik atau buruk”

Mau dibawa senang bisa, dibawa susah juga bisa.

Saat kita melihat hidup ini sulit, sulitlah hidup kita.

Saat kita melihatnya sebagai SEDERHANA, maka terjadilah ke-SEDERHANA-an.

Saat kita mencari keburukan hidup, kita juga akan menemukannya!

Saat kita ingin melihat KEINDAHAN hidup, kita akan melihatnya.

LIFE IS SIMPLE AND BEAUTIFUL.

Adalah PILIHAN kita untuk menentukan bagaimana kita melihat dan merasakan hidup!

Seperti kata lagu di atas, just whistle, laugh, smile, dance, and sing!

Kapan terakhir Anda begitu bersyukur dan menikmati hidup?

Have a simple and beautiful life!

Jumat, 18 Januari 2008

"Yen ora Edan ora kumanan"

Pepatah diatas adalah salah satu pernyataan bagaimana jaman ini sudah edan. Katanya biar kita ga ketinggalan kita juga harus edan........! Saya tidak sependapat dengan pernyataan itu karena meskipun jaman sudah begini kita ga harus edan kan???
Jika kita harus edan terus gimana jaman nanti jadinya? udah jamanya edan, orangnya juga edan, parah banget bukan??

Boleh jaman ga karuan arahnya, tapi kita harus selalu berjalan pada koridor kehidupan yang benar, dan jangan kita menyimpang dari koridor tersebut biar jaman ini tidah tambah parah edan-nya.

Sabtu, 12 Januari 2008

"Sihing ibu tanpa winates"

Ibu adalah hati yang rela menerima (ibu iku sawijining ati kang lila nampa)// selalu disakiti oleh anak-anaknya (tansah digawe susah dening anak-anake)//penuh maaf dan ampun (kebak pangapura)//kasih sayang ibu (sih lan tresnane ibu)//adalah kilau sinar kegaiban Tuhan (mujudake sunar gaibe Gusti Kang Murbeng Dumadi)// membangkitkan haru insani (nuwuhake rasa trenyuhing manungsa).

Ing bebrayan Jawa dhewe wus kaprah tembung utawa ukara kang tebane pancen gegayutan kalawan sih lan tresnane ibu. Kayadene nalika ana bocah utawa wong kelaran amarga sikile kesandhung watu lan sebab liyane, racake padha mbengok ,” Adhuh biyung...!”.
Samono uga ngenani pralambang-pralambang kang gegayutan kalawan urip lan panguripan racake uga migunakake personifikasi ibu. Kayadene mitos Dewi Sri minangka panguwasane kasuburan, cetha yen mujudake pralambang sih lan tresnane ibu.

Sipon ora mung wates ngurusi bale somahe wae. Gegayutan kalawan durung cethane nasibe Thukul, tembayatan kalawan para aktivis kang preduli marang nasibe wong-wong kang ilang, antarane Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi) nganti saiki Sipon tansah melu ngupaya murih nasibe Thukul lan wong-wong liyane kang ”ilang” amarga dicap dadi mungsuhe Orde Baru bisa antuk kawigaten saka pamarentah.
Panjaluke mung sakmadya, yaiku murih pamarentah lumantar otoritas lan panguwasa kang dicekel bisa golek sisik melik bab nasibe wong-wong kang ilang iku. Lan sing wigati dhewe, otoritas pamarentah bisa aweh kabar kang gumathok bab kepriye nasibe Thukul lan wong-wong liyane kang ”ilang” iku. Lan tebane, pamarentah kanthi panguwasa kang dicekel kudu aweh paukuman kang murwat marang pehak-pehak kang wus kanthi sengaja ”ngilangake” Thukul lan wong liyane.
Minangka Ibu, Sipon tansah ngupaya murih Wani lan Fajar bisa luwih kepenak uripe. Salah siji carane kudu bisa sekolah sadhuwur-dhuwure. Dene minangka warga nagara, Sipon kanthi sabisane melu ngupaya murih ukum ing nagara iki bisa jeje. (Sumber: solopos.com)

Minggu, 30 Desember 2007

Cinta

Cinta seperti matahari, ia tetap bercahaya. Walau malam menjelma, cahayanya pada bulan tetap menerangi kekadang ia juga gerhana tetapi akan kembali jua kecerahannya.

Cinta adalah santapan jiwa. Jiwa tanpa cinta bagai rumah yang kosong. Cinta tanpa menjiwai bagai layang-layang putus tali.

Cintu adalah buta…cinta tidak mengenal usia, paras rupa, mahupun kekayaan dan harta karun, tetapi dari keikhlasan dari hati setiap insan antara satu sama lain.

Tidak semua orang yang engkau cintai, mencintaimu dan sikap ramahmu kadang kala dibalas dengan sikap tidak sopan. Jika cinta suci tidak datang daripada tabiatnya, maka tidak ada gunanya cinta yang dibuat-buat.

Sayang tidak bermaksud cinta. Suka tidak serasi dengan cinta. Kagum tidak bererti cinta. Bangga tidak semestinya cinta. Cinta adalah CINTA .

Cinta itu seperti sinar matahari, memberi TANPA mengharap kembali. Cinta itu seperti sinar matahari, TIDAK MEMILIH siapa yang ia sinari. Cinta itu seperti sinar matahari yang MEMBERI KEHANGATAN DI HATI..

Cinta umpama ‘treasure hunt’. Cita cita dan tujuan kita satu untuk menuju ke penamat yang paling mengembirakan. Namun di dalam perjalanan kita akan menghadapi pelbagai rintangan dan cabaran. Andainya tidak mampu meneruskan, kita akan tersungkur dan hadiah utamanya akan di kebas oang lain. Tetapi tak usahlah kecewa. Walaupun hadiahnya tidak kita perolehi, tetapi keseronokannya kita sudah rasa. Jadi bercintalahsepenuh hati. Namun janganletakkan harapan terlalu tinggi.

Kekecewaan terlalu pahit untuk ditelan, terlalu payah untuk dilupakan namun dalam cinta pasti akan merasai kecewa dan dikecewakan walau bukan itu matlamat dalam setiap percintaan.

Kadangkala orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cintanya padamu kerana orang itu takut kau berpaling dan menjauhinya. Dan bila dia suatu masa hilang dari pandanganmu….kau akan menyedari dia adalah cinta yang tidak pernah kau sedari….

Cinta suatu yang indah, cinta boleh buat kita gundah, cinta buat hati berdarah dan cinta jua boleh membawa kesalan yang tak sudah.