Sabtu, 07 Juni 2008

Siapa yang salah??

Insiden Monas yang terjadi beberapa waktu yang lalu menambah sederetan peristiwa yang mencoreng stabilitas nasional. Bukan hanya itu dalam peristiwa itu umat islam manjadi terpojok. Sebenarnya siapa yang bertanggung jawab?


Menurut Saya sieh mereka semua ga ada yang bener. Islam itu mengajarkan cara2 yang bijak dan santun dalam menyukapi perbedaan pendapat. Tidak pernah dibenarkan menggunakan cara-cara kekerasan.

Gusdur dan Rizieq Shihab seharusnya lebih banyak instropeksi diri. Jangan saling manjatuhkan dan mengambil keuntungan dari peristiwa ini.

Menurut saya toleransi dalam kehidupan ini harus kita jaga. Namun dimana batasan toleransi itu?Dalam hubungan dengan sesama manusia toleransi harus tetap terjaga dalam kontek kehidupan manusia. Namun untuk hal Aqidah tidaklah dibenarkan jika kita memberikan toleransi kepada mereka untuk bebas semaunya sendiri seperti yang dilakukan ahmadiyah ini.

Saya tidak sependapat dengan pemikiran Gusdur dan kawan2 yang mengarah kepada pemikiran liberal itu.

Kamis, 10 April 2008

Real champion

Jadilah pemenang yang sebetulnya.
---------
Anda bisa memenangkan sebuah peperangan dengan penggunaan kekuatan, tetapi Anda hanya bisa memenangkan sebuah kehidupan dengan sebuah jiwa yang baik.
Dalam peperangan untuk memenangkan kekuatan Anda, kebebasan Anda, dan keberhasilan-keberhasilan Anda; tidak ada jumlah kekuatan yang cukup untuk mencondongkan Anda ke arah yang ditolak oleh jiwa Anda.
Anda hanya bisa memenangkan diri Anda sendiri, dengan memenangkan jiwa Anda sendiri.
Ketajaman sebilah pedang bisa memenangkan sebuah masa, tetapi jiwa yang baik memenangkan keabadian.
Maka, jadilah pemenang yang sebetulnya. Jadilah pemenang dengan jiwa yang baik.

Bangunlah jiwa yang kuat.
---------
Katakanlah, … oh jiwaku, jadilah penguat bagiku. Jadikanlah aku penguasa hidupku, walaupun aku sekecil-kecilnya penguasa.
Bila jiwaku kuat, aku akan menari di atas ombak kehidupan. Tetapi, bila jiwaku lemah, ombak kehidupan akan menari di atasku.
Maka aku jadikan jiwaku kuat, agar jiwaku menjadikan aku kuat.
Karena aku dan jiwaku adalah satu.

Temukanlah kembali semangat pemenang Anda.
---------
Sebuah pepatah lama mengatakan, bahwa dia yang kehilangan harta, kehilangan banyak hal.
Dia yang kehilangan seorang sahabat, kehilangan lebih banyak lagi. Dan dia yang kehilangan semangatnya, kehilangan semua-nya.
Tetapi pepatah tua itu selalu datang menegur dengan penuh keremajaan kepada dia yang longgar memegang jiwanya, dan dengan kelembutan menuntunnya menuju penemuan kembali jiwanya.
Anda dilahirkan pemenang. Setiap titik darah Anda adalah darah pemenang. Maka menemukan kembali semangat pemenang yang menjadi hak penuh Anda itu, adalah sesuatu yang alamiah. (Mario Teguh)

Minggu, 06 April 2008

Tahap -Tahapan Dalam Kegagalan

Sebelum kita mendapatkan apa yang disebut kegagalan, kita harus antisipasi dengan mengetahui apa aja tahapan dalam kegagalan. Berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam kegagalan :

1. Tahap pertama : Semangat mengebu-gebu
2. Tahap Kedua : Kendur semangat
3. Tahap Ketiga : Kecewa dan frustasi
4. Tahap keempat : Gelisah dan cemas
5. Tahap kelima : Mencari pelaku dosa (kambing hitam)
6. Tahap keenam : Menghukum yang tak berdosa

Tahap membahayakan adalah memberikan sanjungan dan penghargaan kepada yang duduk, tidak berbuat atau tidak berperan serta.

"Bila anda tidak mengetahui apa yang akan anda lakukan, Apakah anda mengetahui apa-apa yang tidak anda lakukan?,"

"Keputusan yang buruk adalah kekosongan yang mesti diisi dengan keputusan yang baik,"

"Meninggalkan tradisi menyenangkan itu memerlukan keberanian,"

"Jika anda menginginkan satu gelas air teh yang panas, maka anda harus mengkosongkan gelas terlebih dahulu,"

Rabu, 26 Maret 2008

The Best Decision

Dalam menentukan suatu keputusan kita diharapkan tidak hanya sebagai decision maker (pembuat keputusan) namun kita diharapkan mampu menemukan keputusan terbaik antara keputusan yang ada (The best Choice)।

Dalam suatu kasus penggajian pekerja, mengapa gaji pilot atau dokter lebih besar dibandingkan dengan kuli harian?mungkin jawaban paling sederhana adalah karena pilot atau dokter pendidikanya lebih tinggi daripada kuli harian. Namun kalo ditelusuri lebih dalam lagi ada unsur decision dalam hal ini.

Kuli lapangan bekerja jauh lebih banyak daripada para profesional tadi namun upah yang diberikan adalah sebaliknya.
Alasanya adalah para profesional seperti pilot dan dokter mengambil keputusan berkaitam dengan urusan hidup mati manusia. Profesional tadi memerlukan proses pembelajaran yang cukup lama dan diharapkan mampu mengambil keputusan terbauk dalam pekerjaanya.
Ketika pesawat ulang-alik Challenger diluncurkan pada 28 Januari 1986 di USA jutaan orang terpesona menyaksikan peluncuran itu। Keputusan peluncuran telah ditetapkan dan pesawat siap untuk diluncurkan। Setelah beberapa detik diluncurkan pesawat ulang-alik itu berubah menjadi setumpuk tanah dan tujuh awaknya तेवास.


Publik meyakini bahwa yang menyebabkan meledaknya pesawat itu adalah bocornya tangki oli, namun banyak juga yang berpendapat kalo hal itu disebabkan kegagalan dalam mengambil keputusan dan tidak berhasil dalam meminimalisir unsur kecerobohan. Bagaimana mungkin para pembuat keputusan dari agen ruang angkasa membuat keputusan ceroboh?

Keputuan besar akan menghasilkan resiko yang besar pula, namun kita ditantang untuk menemukan the best decision dari keputusan-keputusan yang ada.

Sabtu, 15 Maret 2008

Berani Melepaskan

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan tapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

1. Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.

2. Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
kita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.

3. Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia.

4. Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
begitu banyak saat-saat indah senantiasa terbayang di benak kita.

5. Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata "Saya sangat mencintainya".

Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru...

6. Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan
kita tidak tergantung padanya.

7. Kita harus melepaskan seseorang karena kita
menyadari yang ganteng,yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaik
buat kita.

8. Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu
jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

9. Kita harus melepaskan seseorang ketika saat-saat indah hanyalah tinggal masa lalu.

10. Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kita
berkata "tidak ada lagi yang dapat dipertahankan".

11. Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa-apa...
namun Anda telah memahami sesuatu...!
Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan...!!

sumber: Cetivasi